Tato Nama Anak, Gemar ke Pasar hingga Jam Tangan Mewah

Pantai4d

Tato Nama Anak, Gemar ke Pasar hingga Jam Tangan Mewah

Tato Nama Anak, Gemar ke Pasar hingga Jam Tangan Mewah

SABUNG AYAM

Didalam lapangan, Jose Mourinho dikenal sebagai pelatih kharismatik, tegas, dan temperamen. Namun, di luar lapangan, kepribadiannya berubah 180 derajat. Dia merupakan seseorang yang ramah, peduli anak, dan begitu mencintai istrinya. Tak jarang lelaki asal Portugal tersebut mengalah di tengah keluarga kecilnya.

“Di rumah, saya diper lakukan seperti kebanyakan sua mi dan ayah.

Saya merupakan manusia biasa. Saya melakukan apa yang bisa saya lakukan dan menghindari hal-hal yang dapat mencoreng nama baik,” ujar Mourinho, dikutip dailymail.co.uk. “Saya akan pergi ke mal untuk berbelanja dan membantu pekerjaan rumah.”

Mourinho menambahkan, dirinya tidak dapat memasak sehingga menyerahkan tugas itu kepada istrinya, Matilde yang sering dia panggil Tami. Menurutnya, jasa Tami sangat besar di dalam keluarga, baik dalam mengurus anak ataupun suami. Mereka bertemu saat masih remaja dan memiliki banyak kemiripan.

Mourinho memanggil istrinya, Tami mungkin untuk membedakan dengan anaknya yang juga diberi nama Matilde. Di balik kemeja mahal dan jas elegannya, dia memiliki tato nama istri dan anaknya di bagian pergelangan tangan kiri.

Lelaki berusia 55 tahun itu juga membagikan rahasia di balik kelanggengan pernikahan. “Istri saya tidak pernah mencurigai saya karena dia mengenal saya seperti saya mengenal diri saya sendiri,” kata Mourinho.

“Dia telah bersama saya sejak saya berusia 17 tahun dan dia 15 tahun. Semuanya begitu jelas sejelas kristal. Saya bukanlah orang yang pandai bersosialisasi, tapi saya tetap bahagia,” imbuhnya.

Sebagai pelatih, Mourinho meraih 25 gelar bergengsi di dunia sepak bola. Dia mengatakan kesuksesan harus didasari dengan kecintaan karena cinta merupakan dasar dari segalanya.

“Jika Anda sukses, saya yakin karena Anda mencintai pekerjaan Anda. Jika rumah tangga lancar, itu karena mereka saling mencintai.”

Mourinho sendiri menjalani perjuangan panjang untuk dapat memiliki nama besar di dunia sepak bola. Ayahnya, Jose Manuel Mourinho Felix, merupakan pesepak bola dan pelatih.

Ibunya, Maria dos Santos, adalah tenaga pendidik di tingkat sekolah dasar di Setubal. Namun, pamannya Mario Ledo sukses dan kaya. Pada 1972, Ledo meninggal dunia. Bisnisnya diambil alih negara. Keluarga Mourinho mengalami masalah ekonomi setelah rumah mereka disita dan dipaksa pindah.

“Sewaktu kecil, saya berteman dengan orang ke las atas dan rendah. Hal itu mem buat saya siap menghadapi berbagai cobaan,” kata Mourinho. Memasuki masa sekolah, Mourinho dikenal sebagai orang yang perfeksionis. Seluruh alat tulis menulis dan buku selalu tersimpan rapi di dalam tasnya.

Semuanya diurutkan sesuai tingkat kepentingan dan jadwal pelajaran. Kemampuan manajemen dan organisasional konsisten itu langka dimiliki anak pada umumnya. Meski ayahnya sering bepergian ke luar kota untuk berlaga di kompetisi nasional, pengaruhnya terhadap Mourinho sangat besar.

Dia menyerap semua hal yang berkaitan dengan sepak bola dari ayahnya. Mantan pelatih Manchester United (MU) itu geram ketika Portugal ditekuk Inggris pada Piala Dunia 1966. Di usia empat tahun, Mourinho menjadi ball-boy di belakang gawang ayahnya selama sesi latihan.

Felix yang tidak terlalu sukses di dunia sepak bola mempercayakan im pian nya akan tercapai oleh Mourinho. Dia berharap satu-satunya anak laki-lakinya itu dapat mengikuti jejaknya dan mem bantu mengangkat Portugal. Latar belakang keluarga serta masa kecil yang di jalaninya membuat Mourinho tak silau akan harta.

Namun, pria yang baru saja didepak oleh Manchester United (MU) tersebut tidak bisa menyembunyikan kecintaannya pada jam tangan mewah. Salah satu brand favorit mantan pelatih Real Madrid, Chelsea, dan Inter Milan itu adalah Hublot.

Dia kerap terlihat mengenakan Hublot Smart Watch Big Bang Referee edisi FIFA World Cup 2018. Selain jam tangan edisi khusus itu, Mourinho juga memiliki Hublot Big Bang Unico 45 mm Automatic Chronograph Magic.

Satu lagi jam Hublot mi lik nya adalah seri Big Bang UNICO Bi-Retrograde Chrono, yang harganya mencapai Rp450 juta. Namun, salah satu yang paling mahal adalah Richard Mille white gold edisi RM011 Felipe Massa Flyback Chro no graph 18CT. Harganya? Rp1 miliar.