Tak Banyak Pemain Seperti Torreira di Dalam Sejarah Arsenal

Pantai4d

Tak Banyak Pemain Seperti Torreira di Dalam Sejarah Arsenal

Tak Banyak Pemain Seperti Torreira di Dalam Sejarah Arsenal

SABUNG AYAM

Saat didatangkan ke Stadion Emirates, Lucas Torreira merupakan pemain keempat yang berhasil didatangkan oleh Arsenal pada musim 2018/19 setelah Sokratis Papastathopoulos, Bernd Leno, dan Stephan Lichtsteiner. Kontrak jangka panjang selama lima tahun pun langsung disodorkan Arsenal untuk pemain nasional Uruguay tersebut.

Sejak dan setelah Piala Dunia 2018, Torreira memang langsung mencuri perhatian bukan hanya Arsenal, tapi publik sepakbola. Arsenal cukup beruntung berhasil mendapatkan jasa pemain yang direkrut dari Sampdoria dengan nilai transfer lebih dari 30 juta euro ini.

***

Hanya mempunyai tinggi 168 sentimeter bukan menjadi halangan berarti bagi Torreira dalam mengawal lini tengah tim yang dibelanya. Berposisi sebagai gelandang bertahan, ia cukup cekatan dalam memutus serangan lawan. Bahkan ketika berhadapan dengan lawan yang memiliki postur jauh lebih tinggi darinya, dia bisa saja tidak terjatuh ketika beradu badan karena memiliki kekokohan dalam mempertahankan bola.

Mulanya bakat Torreira yang bermain untuk Montevideo Wanderers tercium di Eropa oleh salah satu klub Serie B, Pescara. Dia memulai kariernya di tim junior Pescara dan bertahan selama dua tahun sampai pada akhirnya dipromosikan ke dalam skuat utama saat menghadapi Varese pada bulan Mei 2015. Sosok Marco Verratti yang merupakan mantan pemain Pescara dan berhasil bermain di Paris Saint-Germain saat ini jadi inspirasinya.

“Saya mencoba untuk mengamati para pemain-pemain terbaik dan mencoba untuk mencuri sesuatu dari mereka,” buka Torreira kepada Arsenal Media. “Ya, saya memang sangat menyukai Verratti.”

Sampdoria juga melihat potensi emas yang dimiliki oleh Torreira. Dengan mahar dua juta euro akhirnya Torreira mendarat ke Stadion Luigi Ferraris, namun dia langsung kembali dipinjamkan ke Pescara. Tidak butuh waktu lama untuk Torreira membuktikan bahwa dirinya merupakan seorang pemain berbakat. Dirinya menjadi salah satu pemain penting yang membantu Pescara kembali promosi ke Serie A. Total, Torreira mencatatkan 29 penampilan bersama Pescara dengan 23 kali tercatat dilineup pemain, plus empat gol berhasil ditorehkan olehnya.

“Jika kamu menjelaskan taktik kepada Torreira sekali, dia akan melatih taktik itu selamanya,” kata Massimmo Oddo, pelatih Pescara kala itu.

Perkembangan apiknya dicatat oleh manajemen Sampdoria. Tanpa ragu lagi, Marco Giampaolo langsung menjadikan Torreira sebagai pemain andalan di lini tengah. Total dua musim dia berseragam Sampdoria dan menorehkan 6234 catatan menit bermain. Di musim 2016/2017, dia sama sekali tidak membukukan gol untuk Sampdoria, tetapi dari total 35 penampilannya saat itu, hanya empat kali dirinya ditarik keluar dan sisanya bermain penuh.

Musim berikutnya, masih bersama Sampdoria, jumlah catatan penampilannya meningkat satu menjadi 36. Itu menandakan bahwa pemain kelahiran Fray Bentos tersebut semakin menjadi pilihan utama pelatih. Di musim itu pula Torreira mencatatkan empat gol. Dirinya juga kerap kali mencetak gol-gol penting termasuk gol kedua Sampdoria dalam kemenangan 3-2 atas Juventus pada bulan November tahun lalu.

Torreira disebut-sebut sosok yang diidamkan Arsenal sejak lama. Memang, semenjak kepergian Patrick Vieira dan Gilberto Silva, Arsenal sudah tidak lagi memiliki gelandang yang bisa kapan saja memutus serangan lawan dengan apik. Kegemaran mantan pelatih Arsenal, Arsene Wenger, dalam menyerang kerap membuat dirinya lupa memperhatikan kondisi pertahanan.

Arsenal memang sudah mencoba mendatangkan Abou Diaby, Alex Song hingga Mohamed Elneny dan Granit Xhaka.Sempat juga ada nama Mikel Arteta yang didatangkan Wenger untuk menjadi pemutus serangan lawan. Tetapi masalah cedera cenderung lebih akrab dengan pemain berpaspor Spanyol tersebut.

Sang legenda ikut berkomentar tentang permainan Lucas Torreira. Menurutnya Torreira bisa membuat permainan terlihat lebih indah tanpa melakukan sesuatu yang berlebihan. “Saya melihat dirinya di Piala Dunia. Jika Anda memperhatikannya, dia mampu bermain dengan sederhana, membuat segalanya tampak mudah di lapangan,” kata Gilberto secara eksklusif kepada Goal.

“Dia memberikan proteksi terhadap lini belakang dan menyokong rekan-rekan di depannya. Dia selalu mencari posisi terbaik untuk mengalirkan bola. Insting defensifnya terlihat sangat natural. Sebelumnya, belum ada pemain seperti itu di Arsenal. Ini adalah tugas yang sulit dan tidak banyak pemain yang mau melakukan tugas seperti itu,” lanjut Gilberto.

Pembuktian Lucas Torreira pun dilakukannya saat derbi London Utara awal Desember lalu. Dirinya tercatat sebagai man of the match pada pertandingan yang berkesudahan 4-2 untuk kemenangan Arsenal. Torreira juga mencetak gol perdananya di Liga Primer pada menit ke-77. Dalam catatan Squawka, dia juga mampu 12 kali memenangkan perebutan bola

Selama masih ada sosok Torreira bermain di lapangan, Arsenal asuhan Unai Emery menjadi klub yang cukup digdaya. Kekalahan Arsenal dari Southampton pada Minggu (16/12) adalah kekalahan pertama Arsenal bersama Torreira sebagai starter. Sedangkan selama beberapa kali Torreira absen, Arsenal hanya mencetak 4 gol dan kebobolan 9 kali.