Sederet Masalah Google pada 2018, Nomor 7 Paling Parah

Pantai4d

Sederet Masalah Google pada 2018, Nomor 7 Paling Parah
Sederet Masalah Google pada 2018, Nomor 7 Paling Parah

Sederet Masalah Google pada 2018, Nomor 7 Paling Parah

Sederet Masalah Google pada 2018, Nomor 7 Paling Parah

Sabung Ayam Online – CEO Google Sundar Pichai dinilai mengecewakan saat menanggapi berbagai pertanyaan saat pada kongres awal pekan lalu. Hal ini sekilas mirip karakteristik CEO Google sebelumnya Eric Schmidt atau Larry Page.

Mendengar banyak pendapat mengecewakan dari pemirsa, membuat Pichai harus menjelaskan lebih lanjut secara langsung bagaimana rencana perusahaan untuk melindungi privasi pengguna atau memperhitungkan dampak kemasyarakatannya.

Diketahui, 2018 ini Google menghadapi banyak kontroversi dengan tokoh kalangan atas dan tanggapannya sering terasa sama sekali tidak jelas.

Dilansir dari Forbes.com, Senin (17/12/2018), berikut beberapa daftar masalah yang dialami Google sepanjang 2018 :

1. Konten Youtube

Pada musim dingin lalu, platform video ini mempromosikan konten yang tidak pantas di bagian trending dan digambarkan sebagai salah satu instumen radikalisasi paling kuat di abad ke-21. Hal ini dianggap konten yang memecah belah atau menyesatkan.

Pichai akui perusahaan telah membuat langkah untuk mengekang konten yang bermasalah, tetapi ada lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan.

2. Proyek Maven

Saat musim semi, Gizmodo memecahkan berita bahwa Google bekerjasama dengan Pentangon untuk membantu menganalisis rekaman drone, yang mendorong lebih dari 3.000 karyawan menandatangani surat protes. Daftar yang dihasilkan dari etika kecerdasan yang dibuat-buat ini dianggap sebagai milquetoast (kurang tegas).

3. Tanggapan Google terhadap SDM

Pada pertemuan pemegang saham Alphabet di bulan Juni, sekolompok karyawan Google muncul untuk mempresentasikan proposal dari Zevin Asset Management untuk mengaitkan kompensasi eksekutif Alphabet dengan metrik keragaman dalam perekrutan dan retensi karyawan.

Mereka mengatakan bahwa tanggapan Google terhadap masalah SDM tidak memadai. Sementara itu, sepanjang tahun perusahaan itu dilanda dengan serentetan tuntutan hukum yang berlawanan.

4. Regulator di jalur perang

Google dianggap telah melanggar regulasi yang menyebabkan bulan Juli, Uni Eropa mendenda Google sebesar USD5 miliar karena menyalahgunakan dominasi sistem operasi seluler Androidnya. Selain itu, kritikus mengklaim Google tidak cukup mematuhi putusan antitrust 2017 yang melibatkan produk belanjanya.