Sambolo, Desa Mati di Pandeglang akibat Diterjang Tsunami

Pantai4d

Sambolo, Desa Mati di Pandeglang akibat Diterjang Tsunami
Sambolo, Desa Mati di Pandeglang akibat Diterjang Tsunami

Sambolo, Desa Mati di Pandeglang akibat Diterjang Tsunami

Sambolo, Desa Mati di Pandeglang akibat Diterjang Tsunami

Sabung Ayam Online – Rintik hujan menyiram Desa Sambolo, Pandeglang, Banten pada Minggu (23/12). Hawa terasa begitu lembap akibat diguyur hujan sejak 3 jam lamanya.

Suasana kian suram ketika melihat kanan dan kiri jalan. Tidak hanya becek akibat hujan. Jalan sepanjang Desa Sampolo, yang termasuk bagian dari Pantai Carita, juga dipenuhi puing bangunan serta benda-benda berserakan. Belasan mobil ambulans lalu lalang.

Lihat juga:

Hujan Angin hingga Ombak Pasang Masih Hantui Warga Anyer “Awas-awas. Alat berat mau kerja lagi,” tutur salah seorang warga meminta warga lainnya menjauh dari rumah yang telah menjadi reruntuhan.

Desa Sambolo termasuk salah satu wilayah yang mengalami kerusakan terparah akibattsunami Selat Sunda pada Sabtu malam (22/12). Hingga sore hari ini, kondisinya sangat berantakan.

Pantauan CNNIndonesia.com, mayoritas bangunan semi permanen yang tak jauh dari pantai roboh dan tak bisa lagi digunakan. Sementara bangunan permanen, baik rumah warga maupun penginapan, tidak sedikit yang luluh lantak akibat terjangan gelombang tsunami.

Tembok jebol hingga atap runtuh tampak dominan. Sebagian besar bangunan permanen dalam kondisi rusak parah dan hampir ambruk. Benda-benda yang ada dalam bangunan juga sudah berada di luar.

Lihat juga:

Cuaca Buruk, JK Batalkan Kunjungan ke Anyer Terlihat banyak mobil yang rusak. Kaca pecah, bodi penyok, dan jenis kerusakan lain yang membuatnya tak ubah seperti barang rongsok.

Posisi mobil-mobil tersebut pun tidak beraturan. Ada yang berada di tengah kubangan air dengan posisi terbalik. Banyak juga dalam posisi di bawah reruntuhan rumah.

“Listrik di sini juga mati. Dari kemarin,” tutur Didi (33), warga Kampung Sambolo yang tengah bergegas entah menuju ke mana.

Apa yang diucapkan Didi dibenarkan oleh Aday (42), warga Kampung Susukan yang agak jauh dari pantai. Dia mengatakan kebanyakan warga Desa Sambolo sudah mengungsi ke kampungnya sejak kemarin. Ditambah lagi ketika bunyi sirine kembali menyala siang tadi. Semakin banyak warga Desa Sambolo yang mengungsi.

“Saya di sini mau melihat rumah saudara saya. Masih ada yang bisa dibawa atau enggak. Pakaian atau apa gitu,” kaya Aday.

Aday mengaku tidak sedang berada di Desa Sambolo saat tsunami menerjang. Dia tengah berada di rumahnya di kampung sebelah.

Lihat juga:

TNI-Polri Diterjunkan untuk Perbaikan Jalan Usai Tsunami Meski begitu, dia mengatakan langsung ke Desa Sambolo tak lama setelah air bah merangsek ke daratan. Aday mendapat informasi dari saudaranya.

“Pas kemarin malam, gelap-gelap, saya ke sini. Katanya ada gelombang. Hancur semua katanya. Yaudah saya datang. Bantu-bantu dengan warga lain,” ucapnya.

Aday mengaku belum tahu pasti berapa jumlah warga Desa Sambolo yang menjadi korban tsunami. Menurut dia, sejauh ini, sebagian besar korban masih belum teridentifikasi dengan tepat. Teritama soal domisilinya. Oleh karena itu, dia tidak mau menyebutkan terlebih dahulu

Sejumlah rumah rusak akibat tsunami di kawasan pantai Sambolo. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)

“Yang pasti, banyak yang dipusatkan di Puskesmas Carita,” kata Aday.

Hingga kini, banyak petugas dari Badan SAR Nasional di Desa Sambolo yang terlihat sibuk. Mereka keluar masuk bangunan runtuh untuk memastikan apakah ada jasad korban yang belum terevakuasi.

Alat-alat berat juga beroperasi merapikan jalan dari puing-puing. Itu diprioritaskan agar akses bagi ambulans dan logistik bagi warga dapat lewat dengan lancar. Bangunan-bangunan yang runtuh masih didiamkan.