Perlakuan Rasis Fans Inter Pada Koulibaly Berdampak Kekalahan Napoli

Pantai4d

Perlakuan Rasis Fans Inter Pada Koulibaly Berdampak Kekalahan Napoli

Perlakuan Rasis Fans Inter Pada Koulibaly Berdampak Kekalahan Napoli

SABUNG AYAM

Internazionale Milan memetik kemenangan tipis 1-0 kala menjamu Napoli pada pekan ke-18 Serie A di Guissepe Meazza, Milan, Kamis (27/12). Gol Lautaro Martinez di penghujung laga memastikan tiga poin untuk I Nerazurri.

Kendati meraih poin penuh, kemenangan Inter ternodai dengan tindakan tidak terpuji. Pasalnya, bek tengah Napoli, Kalidou Koulibaly, mendapat nyanyian dan teriakan rasis dari para pendukung Inter.

Perlakuan rasis para pendukung Inter itu tampaknya berdampak besar pada permainan Koulibaly. Pemain Timnas Senegal ini diganjar kartu merah setelah mendapatkan dua kartu kuning. Kartu kuning keduanya didapat pada menit ke-80 setelah pemain kelahiran Perancis ini bertepuk tangan di hadapan wasit sebagai tanda sindiran pada sang wasit yang berani menghukum dirinya tapi tidak berani menghentikan pertandingan.

“Koulibaly benar-benar merasa terganggu, biasanya dia sangat tenang dan profesional,” tutur pelatih Napoli, Carlo Ancelotti, seperti dilansir Goal. “Namun, kali ini dia kehilangan kesabaran karena mendengar suara mirip monyet selama pertandingan. Dia gelisah. Dia adalah pesepakbola berpendidikan yang menjadi sasaran. Apa yang terjadi hari ini buruk, tidak hanya bagi kami tetapi juga untuk sepakbola Italia.”

Ancelotti juga mengatakan bahwa sebenarnya pihak Napoli sudah meminta wasit menghentikan pertandingan ketika nyanyia rasis terdengar. Tapi wasit tetap enggan menghentikan pertandingan.

“Kami meminta pertandingan dihentikan tiga kali. Tiga kali mereka membuat pengumuman dari pengeras suara. Namun, wasit tidak membuat keputusan. Pemain [Koulibaly] gugup. Pertandingan bisa terganggu, tetapi pertanyaannya kapan? Setelah lima kali atau lebih? Lain kali kami akan berhenti bermain, bahkan jika kami kalah dalam pertandingan.”

Di sisi lain, Koulibaly tetap tenang dalam merespons para pendukung Inter melalui akun Twitternya. “Aku menyesal mengenai kekalahan tersebut, dan terutama telah mengecewakan saudara-saudaraku. Tetapi aku bangga dengan warna kulitku, menjadi orang Perancis, berdarah Senegal dan Neapolitan.”

Rekan setim Koulibaly di lini belakang, Faouzi Ghoulam, juga mengungkapkan dukungannya terhadap Koulibaly. “Sungguh menyakitkan mendengar nyanyian rasis terhadap saudaraku. Sekarang yang tersisa hanyalah kesedihan,” ujar pemain berpaspor Aljazair tersebut melalui akun Twitternya.

Bukan kali ini saja Koulibaly menerima tindakan rasisme. Koulibaly juga menerima teriakan rasis dari pendukung Atalanta pada pekan ke-21 Serie A musim lalu. Kejadian yang menimpa Koulibaly ketika itu bahkan lebih parah. Koulibaly sampai dilempari botol oleh pendukung Atalanta. Kemudian botol tersebut diberikan kepada wasit, Daniele Orsato oleh rekan setim Koulibaly, Allan Marques Loreiro.

“Koulibaly murka karena menerima sorakan rasis. Saya pikir kemarahan itu sudah lewat sekarang. Ada berbagai macam bentuk tindakan rasis. Tetapi yang paling membuat frusrtasi adalah apa yang dialami oleh Koulibaly,” ujar manajer Napoli kala itu, Maurizzio Sarri, seperti dilansir Corrierre Dello Sport. “Sangat tidak menyenangkan ketika Anda dipanggil dengan sebutan ‘orang Selatan’ (mengacu pada kesebelasan Napoli yang berasal dari daerah Selatan Italia) sepanjang pertandingan.”

Pada tahun 2014 silam, Koulibaly juga menerima ejekan rasis dari pendukung Lazio. Berbeda dengan apa yang terjadi pada laga menghadapi Inter, ketika itu, wasit Massimilano Irrati, menghentikan laga hingga empat menit karena insiden tersebut.

Ketua Umum Federasi Sepakbola Italia (FIGC), Giancarlo Abete buka suara mengenai insiden tersebut. Abete memuji tindakan wasit yang menghentikan laga. “Kami perlu membuat pernyataan yang jelas bahwa perilaku ini bukan seperti yang kami inginkan,” ujar Abete kepada La Gazzetta dello Sport. “Menunda pertandingan adalah evaluasi yang harus dilakukan oleh wasit dan saya pikir semua orang setuju bahwa wasit itu benar mengingat apa yang terjadi.”

Meski menerima kekalahan dan insiden tak mengenakkan, Napoli masih menempati peringkat kedua klasemen sementara Serie A 2018/19 dengan mengantongi 41 poin; hasil dari 13 kemenangan, 2 hasil imbang dan 3 kekalahan. Mereka terpaut sembilan poin dari pemuncak klasemen, Juventus. Inter menguntit di bawahnya dengan mengantongi 36 poin; hasil dari 11 kemenangan, 3 hasil imbang dan 4 kekalahan.