Matthijs De Ligt Guncang Sepakbola Eropa

Pantai4d

Matthijs De Ligt Guncang Sepakbola Eropa

Matthijs De Ligt Guncang Sepakbola Eropa

SABUNG AYAM

Ajax Amsterdam tidak henti-hentinya menelurkan pemain-pemain bertalenta. Nama-nama besar seperti Luis Suarez, Wesley Sneijder, Zlatan Ibrahimovic, dan Christian Eriksen adalah sedikit jebolan akademi Ajax yang sukses berbicara banyak di sepakbola dunia. Kini sepakbola Eropa kedatangan seorang bek tengah sensasional bernama Matthijs De Ligt.

Tak tanggung-tanggung, pemain berusia 19 tahun tersebut berhasil memenangi Golden Boy Award 2018, sebuah penghargaan bagi pemain muda terbaik yang diprakarsai oleh media cetak asal Italia, Tuttosport. De Ligt berhasil menyisihkan empat kandidat lain: Justin Kluivert (AS Roma), Vinicius Junior (Real Madrid), Trent Alexander-Arnold (Liverpool), dan Patrick Cutrone (AC Milan).

De Ligt selalu menjadi pilihan utama manajer Ajax, Erik Ten Hag, untuk mengisi posisi bek tengah, bersama Daley Blind dan Maximilian Wober. Musim lalu De Ligt mencatatkan 33 penampilan di Eredivisie. Musim ini De Ligt kian tak tergantikan dengan bermain sebanyak 15 laga dari total 16 laga yang dijalani Ajax di Eredivisie. De Ligt hanya tidak bermain saat Ajax dikalahkan PSV Eindhoven 0-3.

Dengan usianya yang masih 19 tahun, De Ligt juga menjabat sebagai kapten kesebelasan. Itu artinya, De Ligt dipercaya untuk memimpin rekan-rekannya yang berusia lebih tua darinya di atas lapangan. Di Tim Nasional Belanda, De Ligt sudah mencatatkan 13 penampilan dan menjadi tandem utama Virgil van Dijk di lini belakang. Dia membawa Belanda lolos ke babak semifinal UEFA Nations League.

Dilahirkan di Laiderdorp pada 12 Agustus 1999, De Ligt bergabung dengan akademi Ajax saat usianya menginjak 9 tahun. Perkembangannya yang sangat pesat membuat De Ligt selalu bermain dengan kelompok usia yang lebih tua.

Pada 2015/16, De Ligt mencatatkan 2 gol dari 13 penampilan di Eredivisie U19. Dia juga mengemas satu gol dan satu asis dari 7 penampilan di UEFA Youth League.

Sebagai pemain yang berposisi sebagai bek tengah, De Ligt yang masih berusia 16 tahun sudah mencatatkan penampilan impresif di kelompok usia 19 tahun. Semusim berikutnya, De Ligt dipromosikan ke tim senior Ajax. Di musim itu pula dia dinobatkan sebagai pencetak gol termuda kedua kesebelasan setelah Clarence Seedorf. Perlu diingat bahwa posisi De Ligt adalah bek tengah.

Baca juga:

Sebagai seorang bek tengah bertipe ball-playing defender, De Ligt juga memiliki statistik yang cukup memukau. Rataan umpan sukses De Ligt mencapai 91,5%. De Ligt juga hanya mencatatkan 0,2 tekel gagal per laga. Itu artinya hampir semua tekel De Ligt berhasil dilakukan. Sebagian besar tekel De Ligt juga dilakukan di dalam kotak penalti. De Ligt piawai membaca waktu untuk mengambil keputusan dalam melakukan tekel.

Seperti diketahui, melakukan tekel di dalam kotak penalti merupakan sesuatu yang sangat berisiko. Selain itu De Ligt juga pandai melakukan penetrasi untuk membantu lini serang Ajax. Dia kerap menerobos ke lini pertahanan lawan dan mengirimkan umpan.

Menilik kegemilangan De Ligt, tak heran jika banyak raksasa Eropa berebut tanda tangannya. Sebut saja Bayern Muenchen, Barcelona, Juventus, Manchester United, Manchester City, Arsenal, dan Tottenham Hotspur.

Melihat ketertarikan dari kesebelasan-kesebelasan elite  tersebut, De Ligt pun tersanjung. “Tentu suatu kehormatan bisa dikaitkan dengan banyak kesebelasan besar, tapi itu tak mengubah saya. Saya hanya perlu bermain sebaik mungkin. Saya harap, saya bisa bermain semaksimal mungkin dan itulah kenapa sungguh penting bermain di level tertinggi setiap pekannya,” ujar De Ligt kepada Tuttomercato usai laga persahabatan kontra Italia Juni silam.

Akan tetapi De Ligt masih ragu untuk memilih kesebelasan mana yang akan dia bela selanjutnya. “Siapa yang akan saya pilih antara Juventus, Barcelona, dan United? Ini sulit, mereka semua adalah kesebelasan-kesebelasan fantastis. Kami harus memikirkannya dan memahami apa langkah terbaik yang harus diputuskan.”

De Ligt masih terikat kontrak dengan Ajax hingga musim panas 2021. Menurut Transfermarkt, harganya ditaksir mencapai 45 juta paun, meski valuasi Transfermarktbelum tentu bisa dipercaya; artinya harganya justru bisa jadi lebih tinggi.