Kisah Masa Lalu yang Bikin Ronaldo Ogah Tukar Jersi dengan Pemain Roma

Pantai4d

Kisah Masa Lalu yang Bikin Ronaldo Ogah Tukar Jersi dengan Pemain Roma

Kisah Masa Lalu yang Bikin Ronaldo Ogah Tukar Jersi dengan Pemain Roma

SABUNG AYAM

Tanggalnya 10 April 2007, ketika itu Manchester United tampil menghadapi AS Roma di leg II perempat final Liga Champions.

Buat United, pertandingan itu adalah pertandingan hidup-mati. Bukan apa-apa, di pertandingan sebelumnya –yang berlangsung di Olimpico– mereka takluk 1-2. Namun, sebetulnya mereka tidak perlu jeri juga. Toh, ada beberapa keuntungan yang didapatkan ‘Iblis Merah’.

Pertama, mereka berhasil mencuri gol tandang di Olimpico. Artinya, dengan kemenangan 1-0 saja, mereka bisa lolos ke semifinal. Kedua, well, pertandingan leg II itu berlangsung di Old Trafford. Jika United sedang bagus-bagusnya, Old Trafford adalah benteng yang sulit dijatuhkan lawan.

Benar saja. Roma tidak berkutik. Tujuh gol digelontorkan oleh pemain-pemain United –bahkan Alan Smith, yang waktu itu baru sembuh dari cedera patah kaki, ikut-ikutan bikin gol. United menang 7-1 dan melaju ke semifinal dengan agregat 8-3.

Salah satu pemain United yang tampil di laga itu adalah Cristiano Ronaldo. Bintang asal Portugal ini mencetak sepasang gol, masing-masing di menit ke-44 dan 49.

Berselisih sebelas tahun, Ronaldo akan kembali menghadapi Roma. Namun, kali ini, ia akan berkostum Juventus. Ketika ditanya perihal pertandingan tersebut, Ronaldo menyebut bahwa dia tak sudi untuk bertikar kostum selepas pertandingan.

Alasannya ternyata terletak pada pertandingan sebelas tahun silam itu.

“Ketika kami unggul 6-0, mereka meminta saya untuk berhenti. Bahkan seorang pemain memohon supaya saya berhenti mendribel,” ujar Ronaldo seperti dilansir Fox Sports Asia.

“Pemain lainnya mengancam bakal menyakiti saya. Roma? Saya tak ingin tukar kostum dengan satu pun pemain mereka.”

Ronaldo bakal jadi ancaman Roma sekali lagi. Per analisis kumparanBOLA, Juventus masih akan berbahaya kendati bakal tampil tanpa beberapa pemain. Alasannya, Roma rentan di beberapa titik, terutama di sisi sayap.

Ronaldo tidak hanya jago dalam menyelesaikan peluang yang diberikan rekannya, tetapi juga mengeksekusi bola mati. Sementara itu, sudah empat kali Roma kebobolan melalui situasi set-piece.