Bagi Klopp, Spurs Belum Terdepak dari Perebutan Gelar Juara

Pantai4d

Bagi Klopp, Spurs Belum Terdepak dari Perebutan Gelar Juara

Bagi Klopp, Spurs Belum Terdepak dari Perebutan Gelar Juara

SABUNG AYAM

Cerita Liverpool di Premier League 2018/19 belum mencapai klimaks. Namun demikian, hingga pertengahan jalan, mereka masih menjadi yang terhebat lewat kesuksesan menjadi satu-satunya tim yang belum menelan kekalahan.

Dari 18 laga yang sudah dilakoni, Liverpool baru kehilangan enam poin akibat tiga hasil imbang. Sementara sisanya, tentu tuntas dengan raihan tiga poin. Kekokohan tim besutan Juergen Klopp ini di puncak tidak hanya bercerita tentang raihan 48 poin, tapi juga start terbaik di kompetisi liga sejak 1990.

“Saya sadar betul tentang potensi tim ini, tapi saya awalnya juga tidak mengerti bagaimana semuanya bisa bekerja untuk membuat pencapaian seperti ini. Saya tidak berpikir soal segala hal yang terjadi pada Desember saat memulai musim di Juni lalu,” jelas Klopp dilansir The Guardian.

Tapi menjadi tim yang belum terkalahkan hingga Desember menjadi pencapaian yang tidak sering saya raih. Apakah saya berekspektasi soal ini? Sebenarnya tidak juga. Tapi, apakah saya memikirkan kekalahan sejak kami memulai kompetisi pada Juni lalu? Tidak sama sekali,” ucap Klopp.

Hanya karena Liverpool sedang nyaman-nyamannya di puncak, bukan berarti mereka tak mawas diri. Selain City, Tottenham Hotspur menjadi salah satu tim yang dibilang paling mengancam. Di awal-awal musim, Spurs memang sempat goyah.

Namun, kini kaki Spurs mulai kokoh lagi. Di liga laga teraktual Premier League, anak-anak asuh Mauricio Pochettino sukses merengkuh tiga kemenangan beruntun. Bahkan kemenangan paling anyar mereka rengkuh dengan skor telak, 6-2, saat melawat ke markas Everton.

Spurs juga diuntungkan oleh kekalahan Manchester City dari Crystal Palace dan Chelsea dari Leicester City. Alhasil, menjejaklah Spurs ke peringkat ketiga klasemen sementara dengan torehan 42 poin. Koleksi ini lebih baik daripada musim lalu, saat Spurs mengumpulkan 31 angka di kurun waktu yang sama.

“Yang tampil baik bukan cuma kami, tim-tim lain juga begitu. Inilah menjadi tantangan buat kami. Contohnya Tottenham, saya kemarin melihat penampilan mereka melawan Everton. Sebenarnya, Everton menunjukkan permainan yang lebih dari sekadar oke di menit-menit awal. Tapi, Tottenham pun tampil impresif dengan merebut kembali kendali pertandingan. Itu bisa saja terjadi. Tak cuma pada Tottenham, tapi juga pada Chelsa, Arsenal, maupun tim lain,” ucap Klopp.

“Sekarang ini, semuanya harus fokus pada sisa kompetisi–bukannya fokus apakah mereka sudah aman atau malah tersingkir dari perburuan gelar juara. Bagi saya Spurs tidak pernah keluar dari perebutan gelar juara. Mereka adalah tim yang fantastis,” tegas Klopp.

Walaupun Spurs berhasil melewati waktu-waktu sulit, bukan berarti ujian mereka sudah tuntas. Padatnya jadwal laga di akhir tahun berpotensi jadi pengganjal bagi Spurs. Pasalnya, mereka akan melakoni tiga laga dalam durasi seminggu. Terlebih eksistensi Spurs juga masih terhampar di Liga Champions, Piala FA, dan Piala Liga. Makin besar saja tantangan mereka untuk mempertahankan konsistensi dan juga kebugaran pemain.

Kabar baiknya, Spurs akan melakoni laga yang relatif mudah dalam tiga pertandingan Premier League ke depan–Bournemouth, Wolves, dan Cardiff City. Bandingkan dengan Liverpool yang harus baku hantam melawan Arsenal dan Manchester City setelah bersua Newcastle United di pekan 19.

Namun, serupa kata Klopp, perebutan gelar juara masih berlangsung. Selama kompetisi belum tuntas, selama itulah setiap tim punya kesempatan untuk merebut gelar juara–tanpa peduli siapa pun yang menjadi lawan.