Ancelotti Pelajari Gaya Melatih ala Klopp dan Pochettino

Pantai4d

Ancelotti Pelajari Gaya Melatih ala Klopp dan Pochettino

Ancelotti Pelajari Gaya Melatih ala Klopp dan Pochettino

SABUNG AYAM

21 pertandingan. Sebanyak itu pula kesempatan yang bisa dimanfaatkan Carlo Ancelotti untuk bawa Napoli juara Liga Italia 2018/19. Saat ini, I Partenopei berada di posisi dua klasemen sementara dengan 41 poin dari 13 kemenangan selama 17 pekan.

Di puncak klasemen, ada juara musim lalu, Juventus, dengan 49 poin. Bagi Ancelotti, yang baru bergabung ke Napoli musim ini, wajib hukumnya mempersembahkan gelar juara untuk klub. Setidaknya itu jugalah alasan pelatih lokal ini datang ke San Paolo Stadium Juli lalu.

“Liga Italia punya kualitas permainan yang bagus. Tim nasionalnya punya pemain muda yang berbakat. Sepak bola Italia ditakdirkan untuk berkembang, juga jika ada keinginan untuk memperbaiki stadion dan budayanya,” kata Ancelotti dilansir Football-Italia dariCorriere della Sera.

Tak hanya sekadar berbasa-basi, Ancelotti sejatinya paham ada tanggung jawab yang besar dengan keputusannya menerima pinangan untuk melatih Napoli. Musim 2017/18 bersama Maurizio Sarri,I Partenopei finis kedua, selisih hanya empat poin dari Juventus yang juara.

Selisih ‘hanya’ empat poin setelah berjuang selama 38 pekan, harus dibayar dengan lepasnya gelar juara. Namun, Ancelotti juga paham sepak bola bukan hanya soal menang dan kalah. Alangkah lebih indah jika setiap gol, setiap tendangan, dan setiap gerak-gerik pemainnya mencerminkan kesuksesannya dalam memberikan nilai baru bagi klub.

“Saya selalu berada di lingkungan orang-orang yang tenang, terutama karena ayah saya, Nils Liedholm. Saya tidak bisa otoriter, tapi saya butuh menjadi orang yang kredibel. Di Italia, kami terbiasa melihat secara detail. Ritme permainan (sepak bola) kami tidak bermain dengan pola cepat, jadi tidak menuntut dari fisik,” ujarnya.

Ancelotti pun punya sosok tersendiri yang dijadikan sebagai tolak ukur kepelatihan, bukan untuk ditiru. Pelatih Liverpool dan Tottenham Hotspurs barangkali punya jawaban dari kesempurnaan yang dicari Ancelotti. “Pelatih mana yang saya pelajari? Bisa saya bilang adalah (Juergen) Klopp, atau Mauricio Pochettino,” ucapnya.

“Saya sudah tahu bagaimana (Max) Allegri, (Diego) Simeone, (Luciano) Spalletti, dan (Pep) Guardiola bekerja. Sungguh bagus melihat bagaimana seorang pelatih bekerja, tapi meniru adalah hal yang mustahil. Karena tidak ada satu kepastian, tidak ada Universitas Sepak Bola, artinya pelatih bukan didapat dengan gelar.”

“Di Napoli, kami adalah tim yang mencoba tampil dengan identitas sendiri. Kami mencoba untuk lebih pandai. Kami harus memotivasi diri sendiri, bukan mengukur diri dengan tim lain. Tapi bagaimana mengukur kemampuan diri sendiri dan berlatih untuk lebih baik,” ujarnya.

Maka, Ancelotti mengubah formasi Napoli dari 4-3-3 menjadi 4-4-2. Alih-alih penguasaan bola, pelatih berusia 59 tahun ini ingin menampilkan sepak bola defensif. Untuk ke-18 kalinya, taji Ancelotti akan dibuktikan di lapangan hijau. Melawan Inter Milan di gelaran pekan Natal, Boxing Day, Napoli akan berkunjung ke San Siro Stadium, Kamis (27/12) dini hari WIB. Inter Milan, saat ini mengekor Napoli dengan 33 poin.

“Luciano Spalletti (pelatih Inter Milan, red) adalah teman saya. Saya menghormati semua rekan. Saya tidak akan meminta apa pun kepada Santa, saya senang dengan apa yang ada saat ini,” kata Ancelotti mengakhiri.