Air Terjun Sekar Langit, Objek Wisata Terbaik di Magelang Tempat Bertemunya Jaka Tarub dan Bidadari

Pantai4d

Air Terjun Sekar Langit, Objek Wisata Terbaik di Magelang Tempat Bertemunya Jaka Tarub dan Bidadari

Air Terjun Sekar Langit, Objek Wisata Terbaik di Magelang Tempat Bertemunya Jaka Tarub dan Bidadari

SABUNG AYAM

kisah legenda yang ada di Indonesia.

Kisahnya bahkan beberapa kali muncul di layar kaca nusantara.

Namun ada satu tempat di Kabupaten Magelang yang konon menjadi tempat terjadinya kisah Legenda Jaka Tarub dan tujuh bidadari.

Tempat itu yakni air terjun Sekar Langit yang berada di Kecamatan Grabag, Magelang, JawaTengah.

Air terjun ini berlokasi di kawasan perbukitan sebelah utara Gunung Merbabu dan Gunung Andong.

Jarak tempuh dari Kota Magelang adalah sekitar 24 kilometer dengan waktu tempuh kurang-lebih 40 menit.

Rute menuju air terjun Sekar Langit adalah melewati pusat Kecamatan Grabag kemudian berlanjut ke arah timur melalui Jalan Sunan Geseng.

Nantinya area parkir air terjun berada di pinggir jalan itu.

Legenda Jaka Tarub dan Bidadari

Dikisahkan ketika Jaka Tarub sedang berburu di tengah hutan, tiba-tiba terdengar suara tawa wanita.

Ia pun mencari sumber suara itu dan ternyata asalnya ialah dari tujuh bidadari yang sedang mandi.

Jaka Tarub kemudian mengambil satu selendang milik bidadari secara diam-diam.

Ketika mereka selesai mandi, masing-masing bidadari kemudian kembali mengenakan selendangnya lalu terbang kembali ke kayangan.

Akan tetapi salah satu bidadari bernama Nawang Wulan tidak bisa terbang ke khayangan tanpa selendangnya yang dicuri.

Dikisahkan akhirnya ia menjadi istri Jaka Tarub.

Kisah inilah yang semakin menambah daya tarik di Air Terjun Sekar Langit.

Sebenarnya masih ada tempat lain dengan legenda yang sama, seperti Sendang Kahuripan Widodaren di Ngawi.

Kesejukan Air Terjun Sekar Langit

Untuk mencapai lokasi air terjun, harus dilakukan jalan kaki sekitar 5-10 menit dari area parkir dan pos retribusi.

Tiket masuk air terjun Sekar Langit juga cukup terjangkau, yakni Rp 6.000.

Sepanjang perjalanan, suara aliran air sungai sudah mulai terdengar di antara pepohonan.

Rute menuju air terjun pun nyaman untuk dilewati.

Tidak ada tanjakan atau kemiringan yang curam untuk ditapaki.

Jika sudah sampai jembatan, maka titik air terjun sudah tak lagi jauh.

Jembatan itu berada di atas sungai yang bersumber dari Air Terjun Sekar Langit.

Beberapa meter kemudian, perjalanan sampai di tujuan.

Sebuah air terjun dengan dua tingkat akan langsung menyambut pengunjung begitu sampai.

Aliran air terjun tidak begitu deras sehingga kolam di bawahnya bisa digunakan untuk bermain air.

Selain itu, udara di air terjun Sekar Langit juga begitu sejuk karena berada di kawasan perbukitan dan terletak tak jauh dari Gunung Merbabu serta Andong.

Suasananya pun begitu teduh karena banyak pepohonan di sekitar air terjun.

Mandi di air terjun ini dipercaya menyehatkan.

Juru Kunci Air Terjun Sekar Langit, Yitno mengatakan, para pejabat pada era kolonial Belanda dulu sering mandi di air terjun ini ketika sore hari.

Suhu air terjun Sekar Langit yang tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin diyakini mampu melancarkan aliran darah.

Selain itu di samping air terjun terdapat tempat pertapaan Jaka Tarub.

Pertapaan itu masih dikeramatkan karena masih terdapat peralatan ritual seperti dupa dan bunga di sana.

Aturan bagi pengunjung air terjun Sekar Langit juga masih sama seperti umumnya, yakni tidak membuang sampah sembarangan.

Namun di sini, hendaknya wisatawan bisa menjaga tingkah dan tutur katanya.