3 Karier Legenda Sepak Bola Dunia Ini Dirusak oleh Transfer yang Buruk

Pantai4d

3 Karier Legenda Sepak Bola Dunia Ini Dirusak oleh Transfer yang Buruk

3 Karier Legenda Sepak Bola Dunia Ini Dirusak oleh Transfer yang Buruk

SABUNG AYAM

Bursa transfer telah menjadi bagian penting dari dunia sepak bola modern, karena persaingan yang ketat antar klub untuk mendapatkan pemain potensial dari seluruh dunia.

Ada yang berhasil atau sesuai dengan tim barunya karena mereka memang berhasil bermain impresif dan layak, sementara di lain waktu itu tidak berhasil untuk kedua belah pihak.

Pemain bintang seperti Wayne Rooney, Gianfranco Zola, Alan Shearer, Dani Alves, dan banyak lainnya menjadi pesepakbola yang sukses berkat satu transfer yang berhasil.

Namun, ada sisi lain ada tiga pemain terkenal yang karier sepak bolanya semula gemilang kemudian dirusak oleh satu transfernya ke klub baru dan menjadi buruk.

Siapa sajakah tiga pemain itu? Disadur dari portal berita olahraga Sportskeeda, berikut INDOSPORT telah merangkum dan menyajikannya khusus untuk Anda.

1. Andriy Shevchenko

Andriy Shevchenko saat membela Chelsea.

Andriy Shevchenko merupakan legenda AC Milan yang berasal dari Ukraina. Pada mulanya, Sheva bermain untuk tim senior Dynamo Kiev dan saat berusia 18 tahun sudah mengangkat gelar liga di musim debutnya.

Salah satu momen terbaik dari karier Dynamo Kiev adalah hattrick-nya melawan Barcelona di Liga Champions 1997/98. Selama 5 musimnya dengan Kiev, ia memenangkan 5 gelar domestik.

Penampilannya yang moncer dipantau secara ketat oleh AC Milan yang akhirnya pada tahun 1999 membelinya dengan biaya rekor transfer sebesar Rp406 miliar. Investasi besar ini terbukti karena ia berhasil menjadi pemain besar di San Siro.

Tujuh tahun yang sukses ia lalui bersama Rossoneri dengan mencetak 175 gol dalam 322 pertandingan, dan memenangkan penghargaan Ballon d’Or.

Kemudian pada 2006 salah satu klub Premier League Inggris, Chelsea, membelinya seharga Rp746 miliar yang merupakan rekor klub The Blues saat itu.

Namun sayangnya ia gagal bersinar di Inggris. Kariernya penuh dengan kekecewaan karena gagal tampil apik dan kerap dilanda cedera.

Ia kemudian akhirnya dipinjamkan kembali ke AC Milan, namun daya magisnya telah sirna. Kemudian Sheva kembali ke klub masa kecilnya Dynamo Kiev pada 2009 dan masih menjadi pemain terbaik di Liga Ukraina. Pada 2012, Sheva mengumumkan pensiun dan terjun ke dunia politik.

2. Fernando Torres

Fernando Torres saat masih berada di Chelsea.

Fernando Torres memulai karier profesionalnya di klub Atletico Madrid pada 2001. Pemain yang berjuluk El Nino ini kemudian hengkang ke Liverpool pada 2007.

Di Liverpool Torres menikmati puncak kariernya. Ia telah berubah menjadi ‘monster’, lincah dan cepat dengan kedua kakinya yang kuat menjadi kebanggan para Kopites, julukan fans Liverpool.

Namun ia memiliki rekor tersendiri di The Reds yakni kerap mengalami cedera, dan membuatnya kehilangan hampir setengah pertandingan dalam dua musim terakhirnya.

Kemudian ia pun dibeli oleh Chelsea sebesar Rp824 miliar pada Januari 2011.

Berada di Chelsea, dirinya tidak dapat mengeluarkan kemampuan aslinya seperti saat bersama di Liverpoo. Cemooh pun menghujaninya, baik dari fans Chelsea maupun Liverpool itu sendiri.

Total, dirinya hanya mampu mencetak 45 gol dan 35 assists dari 175 laga bersama Chelsea.

Dirinya pun kian padam saat bergabung dengan AC Milan, sebelum akhirnya sedikit berguna ketika kembali ke Atletico Madrid, meskipun sebagai pemain cadangan.

3. Ricardo Kaka

Kaka saat bermain untuk AC Milan.

Nama Ricardo Kaka mulai tampak bersinar saat ia bergabung dengan AC Milan dari Sao Paulo dengan biaya senilai Rp144 miliar oleh pemilik klub saat itu Silvio Berlusconi.

Selama 2006 dan 2009 Kaka terpilih sebagai pemain Terbaik Serie A sebanyak dua kali, salah satunya adalah pada akhir musim debutnya.

Ia juga jadi pemain kunci dalam kemenangan AC Milan di Liga Champions pada 2007 dengan menjadi pencetak gol terbanyak dan meraih Ballon d’Or.

Kaka telah mencetak 95 gol mengesankan untuk Rossoneri dalam 270 pertandingan pada saat ia meninggalkan klub pada 2009 untuk bergabung dengan Real Madrid seharga Rp1,13 trilun yang menjadikannya sebagai pemain termahal kedua saat itu.

Waktu Kaka di El Real bukanlah sebuah kegagalan yang fatal. Selama 4 musim, Kaka menjaringkan bola sebanyak 29 kali dalam 120 penampilannya.

Namun 4 musimnya diganggu dengan cedera, salah satunya membuat dirinya absen selama 5 bulan. Dominasi Barcelona di panggung dunia dan bangkitnya kekuatan Real Madrid karena seseorang bernama Cristiano Ronaldo membuatnya tersingkir secara perlahan

Nasibnya terombang-ambing saat kembali ke Milan, bermain singkat dengan klub Orlando City, lalu dipinjamkan lagi ke Sao Paulo, sebelum mengakhiri kariernya di Amerika Serikat dengan Orlando City.